|
Written by jangkar Iman
|
|
Lalu kata-Nya kepada mereka: “Di manakah kepercayaanmu?” Lukas 8:25
Kami sekeluarga pulang dari pertemuan keluarga. Kami memutuskan untuk melewati jalan baru. Di jalan itu belum ada lampu penerang dan harus melintasi daerah luas yang jarang penduduknya. Tak lama kemudian hujan badai disertai kilat dan tiupan angin keras menerpa kami. Kilat yang sambar menyambar itu membuat anak-anak ketakutan.
Mobil kami mulai bermasalah. Di tengah badai itu, mobil itu benar-benar mogok. Aku keluar dan mengangkat tutup mesin untuk mengecek apa masalahnya. Beberapa bagian mesin basah. Tidak ada yang bisa dilakukan. Aku menyalakan lampu sorot, berharap ada orang yang datang dan menolong kami. Tetapi tak seorang pun datang.
Ketika badai semakin mengganas, aku melihat wajah anak-anakku yang sangat ketakutan. Aku berkata kepada putra bungsuku, ”David, maukah kau berdoa?” Ia berdoa dengan iman yang sungguh-sungguh. Tak lama kemudian sebuah bus yang biasanya tidak melewati rute itu datang dan berhenti di sebelah mobil kami. Supirnya menawarkan bantuan. Kami pun pulang dengan bus itu.
Allah mendengar doa anakku, sama seperti Dia mendengar teriakan para murid di dalam perahu saat angin ribut menyerang.
|