Home Miracle Story
z4t-program-top

PASKAH JAKARTA TIMUR
GOR DODJOYUDHO KODAM JAYAKARTA
25 April 2009 - 16.00 WIB

 

PASKAH JAKARTA BARAT
GSJA GROGOL
28 April 2009 - 16.30 WIB

 

PASKAH JAKARTA PUSAT
Gereja Bala Keselamatan
30 April 2009 - 17.00 WIB

 

PASKAH BOGOR
GBI Tapos, Cibinong
Jl. Raya Tapos No.53
(Depan PT.ADES Cibinong)
30 April 2009 - 17.00 WIB

 

PASKAH JAKARTA UTARA
GBI Tampak Siring,
Gading Batavia
30 April 2009 - 16.00 WIB

 

PASKAH KOTAMADYA DEPOK
GBI KAMBOJA, Depok Lama
1 Mei 2009 - 18.00 WIB

 

PASKAH TANGERANG
GBI WTC Serpong, Tangerang
6 Mei 2009 - 17.00 WIB

 

PASKAH JAKARTA SELATAN
8 Mei 2009 - 17.00 WIB
Balai SELAPA POLRI, Jakarta Selatan

 

PASKAH BEKASI
GBI Mega Mall Bekasi
8 Mei 2009 - 17.00 WIB

z4t-program-bottom
wallpaper
doakan-paskah
Miracle Story
Bapak Lewi Seltit
Written by jangkar Iman   

Sakit : Pembengkakan pembuluh darah Jantung, umur 54 thn

Saya adalah seorang anggota Angkatan Darat di kota Merauke. Saya memiliki 4 orang anak. Kami sekeluarga berjemaat di GBI di kota Merauke.

Pada tahun 1991, saya bersama pasukan mendapat giliran bertugas menjaga keamanan di daerah perbatasan antara Irian Jaya dengan Papua Nugini selama 6 bulan. Setelah selesai kami kembali ke Irian Jaya dan pasukan lain akan menggantikannya.

Kira-kira 1 minggu kemudian, ketika saya mengikuti apel pagi, saya merasakan tubuh saya lemas, dada saya sebelah kiri terasa nyeri dan terasa sesak napas bahkan saya hampir jatuh. Saya segera keluar dari barisan dan masuk ruangan. Saya berpikir bahwa saya kecapekan saja. Komandan saya memberi ijin kepada saya untuk pulang ke rumah beristirahat. Setelah kondisi saya mulai membaik, saya juga mulai bekerja lagi seperti biasa.

Beberapa hari kemudian, saya kembali mengalami sesak napas. Saya segera berobat ke dokter dan menjalani pemeriksaan foto rontgen. Dari hasil foto rontgen dokter menyatakan bahwa saya menderita sakit asma. Dokter memberi saya 2 macam obat yang harus diminum yaitu : CTM dan Parkinson. Setelah obat habis, sakit asma saya belum juga sembuh. Saya juga mencoba pengobatan tradisional menurut anjuran teman saya yang berasal dari Sulawesi Utara yaitu makan daging kucing. Karena ingin sembuh, saya mencoba makan daging kucing yang telah diolah setiap hari selama 1 bulan tetapi sakit asma saya belum juga sembuh. Sakit asma saya kambuh, awalnya dalam hitungan detik, semakin lama hampir 1 jam dan pernah kambuh dan saya sesak napas selama 2 jam.

Read more...
 
Ibu Rosida
Written by jangkar Iman   
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4

Sakit : Cairan di Paru-paru, umur 52 thn

Berikut kesaksiannya :

Saya bekerja sebagai seorang guru di daerah Pasar Rebo, Taman Mini. Saya tidak pernah mengalami sakit yang begitu parah, hanya sakit flue biasa.

Pada bulan Januari 2008, saya mengalami batuk pilek yang berkepanjangan. Saya juga pernah batuk sampai mengeluarkan dahak bercampur darah. Saya berobat ke Puskesmas dan diberi obat untuk diminum selama 1 minggu, sakit yang saya alami tidak kunjung sembuh. Lalu saya pindah berobat ke bidan pribadi dan diberi obat untuk diminum selama 1 minggu. Setelah obat habis, sakit yang saya alami tidak sembuh juga. Selanjutnya saya mengambil keputusan untuk memeriksakan sakit yang saya alami ke RS Polri di daerah Jakarta Timur. Saya sempat dirawat inap selama 1 minggu. Selama dirawat saya menjalani pemeriksaan seperti : cek darah : diagnosa mungkin sakit demam berdarah atau typus. Ternyata hasil pemeriksaan darah tidak terdapat sakit penyakit. Saya menjalani pemeriksaan foto rontgen. Dari hasil foto rontgen, dokter mengatakan bahwa di paru-paru saya terdapat cairan. Selama 3 hari 3 malam saya tidak bisa tidur karena kelebihan dosis sampai akhirnya saya minta obat tidur dan itu pun tidak ada hasilnya.

Setelah 1minggu dirawat inap di RS Polri, saya pulang ke rumah dalam kondisi badan masih lemah. 1 hari di rumah, pada malam hari saya merasa tubuh saya panas dingin bahkan saya berganti pakaian sebanyak 10 kali. Tubuh saya semakin terasa lemah sekali dan saya sampai pingsan. Keesokan harinya, saya di bawa berobat ke dokter di daerah Cibubur. Saya diberi obat untuk diminum selama 1 minggu. Setelah obat habis, sakit yang saya alami belum juga sembuh. Saya juga sempat rawat jalan di RS Persahabatan dan itupun juga tidak ada hasilnya.

Read more...
 
Ibu Tormauli Situmorang
Written by jangkar Iman   

Saya bekerja sebagai seorang guru bidang studi Ekonomi di SMA Negeri 1 dan juga mengajar di SMP Swasta di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Saya menikah dengan seorang pria [teman guru tapi beda sekolah] yang tidak mengenal Kristus dan akhirnya saya mengikuti agama dia dan saya dikaruniai 2 orang anak yaitu seorang anak perempuan dan seorang anak laki-laki. Awalnya kami sekeluarga hidup bahagia tapi itu semua tidak berlangsung lama. Suatu saat suami saya mulai tergoda dengan wanita lain dan akhirnya dia menceraikan saya tahun 2007. Setelah itu dia menikahi wanita itu. Saya sungguh kecewa dan sempat merasa putus asa bila memikirkan apa yang telah dilakukan suami saya terhadap saya.

Awal mula sakit saya, kira-kira tahun 2006, saya mulai merasakan perih bila saya buang air kencing dan tubuh saya sering merasa meriang. Saat itu saya hanya berpikir karena saya kecapekan saja dan kurang istirahat. Beberapa bulan kemudian sakit yang saya alami tidak kunjung sembuh, bahkan ditambah dengan penderitaan saya sering muntah-muntah dan bila berdiri tidak kuat. Saya berpikir mungkin saya sakit masuk angin dan saya pergi ke tukang urut untuk diurut. Selesai diurut sakit yang saya alami tambah semakin parah, Tubuh saya menjadi lemas, batuk-batuk dan dada saya terasa sesak bila saya bernapas. Saya hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Tuhan Yesus.

Lalu saya berobat ke dokter di daerah Tambun dan dokter menyarankan agar saya menjalani foto rontgen. Dari hasil foto rontgen dokter mengatakan bahwa saya menderita sakit paru-paru dan dianjurkan untuk minum obat secara rutin selama 6 bulan.

3 bulan kemudian, saya mengikuti pra jabatan untuk jadi guru Negeri di Bandung selama 1 bulan dan tinggal di hotel. Kira-kira 3 hari, saya mengikuti pra jabatan, saya jatuh sakit, tubuh saya lemas sekali dan saya jatuh lalu pingsan. Saya dilarikan dengan mobil ambulance ke rumah sakit di daerah Bandung dan dirawat inap selama 3 hari. Selama dirawat inap saya menjalani pemeriksaan foto rontgen dan hasil diagnosa dokter mengatakan bahwa saya menderita sakit maag. Sepulang dari rumah sakit, saya kembali pulang ke hotel dan saya hanya makan dan tidur saja dan tidak mengikuti pra jabatan selama 3 minggu. Saya tidak bisa melakukan kegiatan apa-apa karena tubuh saya semakin lemah.

Read more...